8 Hal yang Orang Kristen Harus Hindari di Media Sosial


Kalau zaman dulu ada istilah "mulutmu harimaumu," maka zaman sekarang sudah menjadi "postinganmu harimaumu," atau "media sosialmu harimaumu."

Tidak dapat dipungkiri, begitu banyak kasus pelecehan, pencemaran nama baik, pertengkaran, perselisihan, perceraian, penculikan, bahkan pembunuhan yang berawal dari postingan di media sosial. Jangan sampai media sosial yang awalnya diciptakan untuk tujuan memudahkan komunikasi kita dengan orang lain, justru disalahgunakan sehingga media sosial malah menjadi pemutus komunikasi kita dengan orang lain.

Walaupun ada yang mengatakan "sekarang kan memang jamannya nge-toxic dan nge-bad word di sosmed, and it's okay." It's big No untuk kita orang kristen. Ingat, Alkitab mengajarkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia dan harus tahu membedakan yang baik dan yang tidak baik, yang berkenan dihadapan Tuhan dan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan (Roma 12:2). Jadi, kalau yang sesuai dengan zaman tapi tidak sesuai dengan Firman Tuhan, maka itu tidak perlu kita lakukan, ambil sisi positifnya saja.

Ketika kita media sosial, maka kita harus paham akan konsekuensi yang akan diterima. Berikut 8 hal yang orang Kristen harus hindari saat bermedia sosial.


1. Mengunggah Foto Berbau Sensual


Tanpa bermaksud merendahkan gender tertentu, point yang pertama ini paling sering dilakukan oleh perempuan. Mereka sering mengunggah foto liburan mereka di pantai. Faktanya, budaya ini juga sudah banyak dilakukan oleh orang Asia, mereka menyebut ini sah-sah saja, jika ada yang tidak setuju, orang itu dianggap masih berpikiran kuno. Apakah hal ini dapat dibenarkan? Saya rasa tidak, kalau dibetulkan ya bisa saja.

Dampak negatif dari hal ini tidak hanya ke si pengunggah foto vulgar, tetapi juga kepada si viewer terutama kaum pria. Matius 5:28 berbunyi: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah didalam hatinya." Ayat Alkitab ini merinci bahwa perzinahan tidak sekedar berhubungan seksual. Memosting foto yang mengundang orang lain berimajinasi liar sama dengan membuat orang lain jatuh dalam dosa perzinahan. Hukum ini berlaku baik bagi laki-laki, maupun perempuan.


2. Menggunakan Bahasa yang Kasar (badword, toxic)


Kata-kata kasar dan kotor dianggap gaul oleh anak muda jaman now. Mereka menganggap bertutur sopan hanya untuk orang-orang kamp*ngan, orang-orang tidak gaul, atau orang-orang munafik. Tontonan film juga banyak terdapat kata-kata kasar dan kotor. Lalu apa kata Alkitab? Efesus 4:29 "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."



 3. Menyindir Orang Lain


Hal ini yang paling sering kita jumpai di media sosial. Mudah-mudahan Anda bukan salah satunya. Niat orang yang menyindir di media sosial ini ada 2 macam: yang pertama yaitu mereka yang menyindir karena tidak suka dengan orang tersebut dan ingin orang lain ikut membenci orang itu juga, yang kedua yaitu mereka yang menyindir karena ingin orang tersebut segera menyadari kesalahannya. Point yang kedua niatnya mulia, hanya saja caranya yang jelek. Alkitab berkata: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia dibawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali." Yang artinya ketika seseorang berbuat salah, kita tidak perlu mengumumkannya ke teman media sosial kita yang lain, cukup dengan langsung memberi tahu orang tersebut.


4. Menyebarkan Hoax dan Gosip


Masih ingat tagar #JusticeForAudrey yang sempat viral di media sosial beberapa bulan yang lalu? Isu yang viral saat itu menyebut si korban "Audrey" dikeroyok 12 pelaku dan merusak area sensitif korban. Mendikbud menegaskan bahwa isu itu tidak benar karena sesuai hasil visum, tidak ada luka robek atau memar pada selaput darah korban. Padahal kasus Audrey ini sudah menyita perhatian publik selama beberapa hari bahkan ada beberapa publik figur yang datang ke kota Pontianak hanya untuk menjenguk Audrey.

Kasus ini mengingatkan kepada kita bahwa media sosial sangat rentan dengan kabar-kabar hoax dan si penyebar hoax tidak akan luput dari hukuman sebagaimana terdapat dalam Amsal 19:9 "Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa." Oleh sebab itu, sebagai pengguna media sosial yang bijak, kelola dan pastikanlah dahulu informasi yang kita dapatkan baru disebarkan, jangan disebarkan dulu baru dipastikan.

Selanjutnya adalah gosip. Gosip merusak nama orang lain sekaligus juga merusak citra kita di hadapan Tuhan. Pengertian gosip adalah suatu berita yang menyebar yang belum tentu atau tanpa berlandaskan pada kenyetaan atau fakta. Jadi, gosip belum dapat dipastikan kebenarannya. Gosip selalu berisi hal negatif dan orang Kristen dilarang untuk melakukan ini, lihat dalam Amsal 11:13 "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi yang setia menutupi perkara." Ingatlah bahwa gosip selalu mengundang pertengkaran, padahal tujuan kita adalah membuat perdamaian bukan sebaliknya.


5. Pamer Barang Mahal


Trend selfie sekarang adalah selfie sambil memamerkan barang-barang mahal entah itu smartphone keluaran terbaru, tas yang kelewat mahal, mobil baru, dan sebagainya. Postingan model ini terkadang disertai niat menyombongkan diri atas apa yang orang-orang itu miliki dan "tidak kita miliki."

Perlu diketahui bahwa ketika kita melakukan hal tadi, kita membuat teman media sosial kita jadi membandingkan berkatnya dengan berkat kita, sehingga secara tidak langsung kita membuat mereka melanggar perintah "Jangan mengingini milik sesamamu" (keluaran 20:17). Mari kita meneladani Rasul Paulus yang bermegah atas kelemahannya (2 Korintus 11:30).


6. Berkomentar dengan Cara yang Salah

Di berbagai platform media sosial, telah disediakan kolom komentar sehingga kita bisa mengomentari postingan orang lain. Kolom komentar ini terkadang disalahgunakan oleh orang tertentu yang justru malah menyakiti hati si pemosting. Maka dari itu, sebelum berkomentar tanyakan dulu "apakah komentar saya ini bermanfaat dan apa konsekuensinya?"


7. Membuat Postingan yang Bernada Provokatif


Saat musim politik kemarin, berbagai postingan bernada provokatif mudah dijumpai. Kubu berbeda saling menjelekkan satu sama lain agar ia bisa memenangi pertempuran politik. Lalu apa Alkitab? Amsal 18:6-8 mengatakan bahwa orang yang menimbulkan "perbantahan" sama dengan orang yang meminta pukulan. Orang Kristen tidak perlu untuk membuat postingan berbau politik atau apapun itu jika bernada provokatif, bukankah lebih baik jika kita membuat postingan yang memberkati orang lain dan berisi ucapan syukur?


8. Terlalu Merendahkan Diri (Minta Dikasihani)


Banyak postingan yang kita temukan di media sosial yang ber-caption "Maaf jelek," ada juga "Saya adalah orang yang tidak beruntung," dan sebagainya. Orang lain yang melihat postingan ini tentu terpancing untuk membantah apalagi kalau tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya, si pemosting berkata bahwa dia jelek tetapi sebenarnya cantik. Saya rasa postingan ini tidak benar, bukankah kita harus menunjukkan ucapan syukur kita kepada Tuhan karena yang dia ciptakan semuanya baik? Bukan berarti kita juga harus menyombongkan diri, tetapi tetaplah jadi pribadi yang rendah hati bukan rendah diri.


Orang zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermedia sosial daripada membaca Alkitab, oleh karena itu marilah kita membuat media sosial kita berisi kebenaran Firman Tuhan agar kita dapat menjadi berkat bagi teman media sosial kita yang membaca.

Sekian dan terima kasih.

:)