Pencobaan-pencobaanku telah menjadi guruku dalam soal Ketuhanan. -Martin Luther
Kata-kata seperti pencobaan, pemurnian, dan ujian muncul lebih dari 200 kali dalam Alkitab. Banyak tokoh Alkitab yang diuji imannya oleh Allah melalui berbagai hal, misalnya, Abraham yang diuji lewat perintah menyembelih anak kandungnya, Yakub yang diuji dengan mendapat tambahan waktu untuk memperistri Rahel, Adam dan Hawa diuji di Taman Eden, serta tokoh-tokoh lainnya seperti Raja Hizkia, Yusuf, Rut, Ester, dan Daniel.
Allah menguji kita dengan tujuan mengembangkan karakter kita
Setiap kali kita diuji, Allah selalu memperhatikan kita, Ia selalu mengamati bagaimana respon kita terhadap masalah hidup kita, orang-orang disekeliling kita, penyakit kita, dan bahkan hal-hal kecil yang sering dianggap remeh seperti reaksi kita terhadap kamar yang dibuat berantakan oleh si kecil, alat-alat make up yang di gunakan sebagai mainan mereka, dan dokumen-dokumen penting yang dicoret-coret oleh mereka. Ujian-ujian ini bertujuan untuk melatih kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelemahlembutan, dan penguasaan diri dari kita.
Saat Anda diuji, Anda diperhadapkan dengan dua pilihan yaitu berbuat baik atau berbuat dosa. Ketika Abraham diperintahkan untuk mempersembahkan Ishak, anaknya, ia bisa saja mengingkari perintah itu dengan alasan kemanusiaan, tetapi ia memilih untuk menjadi hamba yang penurut tanpa banyak tanya dan banyak komentar. Setiap kali kita mangkir dari kesempatan berbuat dosa, kita sedang bertumbuh mendekati karakter Kristus.
Pencobaan adalah kartu AS Iblis
Pencobaan adalah senjata utama Iblis untuk menjatuhkan orang percaya. Disekeliling kita pasti banyak sekali ditemui orang-orang percaya yang menyimpang dari perintah Tuhan setelah mengalami pencobaan-pencobaan dalam hidup mereka (Tuhan mengharapkan Anda untuk membawa mereka kembali). Tetapi tenang saja, Allah juga memanfaatkan pencobaan tersebut untuk mengembangkan Anda. Ayub dicobai oleh iblis agar ia mengkhianati Tuhan Allah, namun Allah memanfaatkan pencobaan tersebut untuk menguji kesalehan dari seorang Ayub.
Pencobaan kita berawal dari hati. Saat iblis mengenali keinginan Anda, ia akan memberikan suatu pemikiran untuk mendapatkan keiinginan tersebut dengan cara yang salah. Usulan iblis terdengar sangat menarik dan logis sehingga banyak orang yang terbuai. Ketika Anda sudah mulai mempertimbangkan usulan iblis, iblis kemudian akan menimbulkan keraguan dalam hati Anda mengenai isi kata firman Tuhan, Anda mungkin akan berkata "Ah, mungkin sah-sah saja karena Alkitab tidak menjelaskan secara terperinci," atau "Bukankah Allah ingin agar saya bahagia." Waspadalah! Jangan biarkan keraguan membuatmu berpaling dari Tuhan Yesus.
Iblis disebut sebagai "bapa segala dusta." Segala sesuatu yang dikatakan olehnya tidak benar atau hanya separuh benar. Iblis menawarkan dustanya untuk menggantikan firman Tuhan. Ia berkata kepada Hawa "Kamu sekali-kali tidak akan mati ...," padahal Allah telah mengatakan bahwa mereka akan mati apabila memakan buah penetahuan yang baik dan yang jahat. Ketika kita telah termakan bujuk rayu iblis, akhirnya kita akan menjadi tidak taat lagi kepada Allah dan mendukakan hati-Nya.
Mengalahkan Pencobaan
Alkitab berkata: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12). Dari ayat ini kita dapat mengetahui bahwa kita diajak untuk senantiasa bertahan dalam pencobaan kita. Allah tidak akan mengizinkan pencobaan kita melebihi kemampuan kita. Saat beban kita sudah terlalu berat untuk kita pikul, Ia akan menguatkan pundak kita agar beban kita terasa ringan.
Berikut adalah cara untuk mengalahkan pencobaan:
1. Mintalah pertolongan Allah. Berserulah kepada Tuhan, Alkitab menjamin seruan kita akan didengar oleh Tuhan Yesus. Ia tidak akan marah atau bosan apabila kita berkali-kali minta tolong kepada-Nya karena kasih Allah abadi, dan kesabaran-Nya kekal selamanya.
2. Mengalihkan pikiran. Setiap kali kita mencoba untuk melawan suatu pikiran, kita justru makin mendorongnya ke ingatan kita. Misalnya, Anda sedang memiliki masalah dengan seorang teman Anda. Anda pernah memergoki dia bercerita buruk tentang Anda. Ketika Anda berusaha untuk lupa bahwa dia sudah bercerita buruk tentang Anda dengan cara melawan pikiran Anda, itu hal yang sia-sia karena Anda justru semakin ingat. Hal yang harus Anda lakukan adalah membiarkan pemikiran tersebut dan mengalihkannya pada sesuatu hal yang lain, mungkin Anda harus lebih fokus dengan pekerjaan Anda, keluarga Anda, target Anda, atau mencari kesibukan-kesibukan yang positif.
3. Ungkapkan pergumulan pada seseorang yang mendukung. Bisa saja pasangan Anda, sahabat, Anda, orang tua Anda, atau siapa pun yang Anda percayai. Tetapi perlu diingat bahwa Anda tidak harus menyiarkannya ke seluruh dunia, cukup satu orang saja yang mengerti pergumulan Anda.
Selalu ada jalan keluar
1 Korintus 10:13b : "Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
Cukup sekian dan kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.
:)








