4 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Tuhan Terasa Jauh


"Persahabatan seringkali diuji melalui perpisahan dan diam" -Rick Warren 


Sebuah pepatah mengatakan bahwa hidup berjalan seperti roda yang berputar, kita tidak akan terus berada ditempat yang sama selama hidup. Pepatah tersebut berlaku untuk hubungan kita dengan Allah. Kita tidak akan selalu berada di posisi yang sama sepanjang waktu, kadang kita merasa begitu dekat dengan-Nya dan kadang pula terasa jauh.

Ada masa dimana kita telah melakukan segala sesuatu untuk melayani Tuhan, kita merenungkan firman-Nya siang dan malam, kita melakukan perintah dan menjauhi larangan-Nya, tetapi nampaknya tidak berdampak apa-apa bagi kehidupan kita bahkan yang datang justru musibah demi musibah yang membuat kita merasa Allah "tega" membiarkan kita jatuh dalam pencobaan.

Dulu ada seorang ibu yang hidup dikampung pedalaman. Ia melayani Tuhan sebagai majelis dan guru sekolah minggu. Tantangan terberat dalam pelayanan didaerah pedalaman adalah masih sangat kurangnya pelayan dalam suatu gereja. Bahkan, ibu tersebut mengaku ada suatu waktu ia melayani dari pagi hingga jam 5 sore, mulai dari mengajar sekolah minggu, menjadi pelayan firman di ibadah gereja, ibadah kebaktian rumah tangga, kebaktian Persekutuan Wanita, hingga Persekutuan Pemuda/i. Saya pribadi sangat salut dengan pengabdian ibu itu ditambah lagi ia hanya lulusan SD. Meskipun ibu tersebut sudah mengorbankan banyak waktunya untuk Allah, ternyata Allah masih mengizinkan pencobaan yang begitu besar dalam hidupnya, ia pernah keguguran, dua anaknya meninggal, dan anak keduanya sakit-sakitan. Kendati dalam keadaan tidak menyenangkan, ibu tersebut tidak pernah lelah melayani Tuhan sampai pada masa tuanya. 

Betapapun akrabnya kita dengan teman, pasangan, dan orang tua, ada masa-masa kita jauh dalam artian tidak saling berkomunikasi dan seakan mereka mengabaikan kita. Hukum itu juga berlaku untuk hubungan kita dengan Allah. "Saat Jauh" kita dengan Allah adalah ketika penyembahan kita menjadi sulit, perasaan rohani kita lenyap, kita ditimpah berbagai macam pencobaan, dan kita meragukan kebenaran dan janji-janjiNya.

Bisa saja yang membuat Allah terasa jauh adalah dosa kita dan Allah sedang menghukum kita atas dosa tersebut, tetapi bukankah Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang? karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, maka kemungkinan tadi persentasenya tipis. Seringkali kita merasa Allah meninggalkan kita tidak berkaitan dengan dosa. Itu adalah ujian terhadap iman kita. Ketika pasangan kita lagi ngambek, dia pasti (seakan-akan) tidak menghiraukan kita. SMS kita tidak dibalas, WA kita tidak dibalas syukur-syukur kalau di-read, telepon kita tidak diangkat, tetapi pada saat-saat inilah cinta kita padanya diuji. Begitu pun saat Allah mendiamkan kita, sebetulnya kasih, kepercayaan dan ketaatan kita sedang diuji, apakah kita masih menyembah-Nya meskipun Ia terasa jauh.



Lalu, sebagai orang percaya, apa yang harus kita lakukan saat berada di keadaan ini? Berikut 4 hal yang bisa dilakukan dikutip dari buku "The Purpose Driven Life" karya Rick Warren.

1. Katakan kepada Allah secara persis apa yang Anda rasakan

Dengan kata lain kita harus jujur bahwa kita merasa Allah seakan-akan jauh. Keluarkan emosi Anda dihadapan-Nya (bukan dihadapan orang lain atau di sosmed) karena Tuhan sanggup untuk menangani kebimbangan, kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebingungan, dan keraguan Anda.

2. Yakin bahwa sifat Allah tidak berubah

Mungkin Anda tahu lirik lagu ini:
Tuhan Yesus tidak berubah
tidak berubah, tidak berubah
Tuhan Yesus tidak berubah
sampai selama-lamanya\
Lagu tersebut bisa Anda nyanyikan ketika dalam keadaan seakan-akan didiamkan oleh Allah, tanpa peduli dengan keadaan dan perasaan Anda, yakinlah pada karakter Allah yang tidak berubah. Allah yang telah berfirman "Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (ibrani 13:5), masih adalah Allah yang sama yang akan selalu menyertai kehidupan Anda.

3. Percaya bahwa Allah menepati janji-janji-Nya

Dalam keadaan penuh pergumulan, kita harus bersandar pada janji-janji Allah, bukan pada emosi-emosi kita. Jangan terpengaruh dengan kesulitan Anda, sadarilah bahwa keadaan tidak dapat mengubah karakter Allah. Kasih karunia Allah, cinta Allah, pengampunan Allah, semuanya masih dalam kekuatan penuh. Allah tetap memihak kita, sekalipun kita tidak merasakannya. Kita harus tetap percaya bahwa Allah selalu ada untuk kita, bahwa Allah sangat peduli dengan perasaan-perasaan kita. Ingatlah bahwa Allah ingin menjadikan Anda bejana-Nya!

4. Ingat kembali apa yang telah Allah perbuat

Meskipun kita banyak berbuat baik kepada orang lain, sekali kita melakukan yang tidak baik, mereka akan lupa dengan segala kebaikan kita dan mengingat yang jahatnya saja. Jangan heran, itulah kecenderungan manusia dan Anda sendiripun tanpa sadar pernah melakukannya.

Ketika Allah terasa jauh, ketika masalah kian menumpuk, ingatlah akan kebaikan Tuhan bagi Anda. Andai kata Allah tidak pernah melakukan sesuatu dihidup Anda, Allah masih layak menerima pujian Anda selama sisa hidup Anda. Alasan terbesar kita untuk tetap menyembah-Nya adalah karena Ia telah mati untuk kita.

........... :)

Itulah 4 hal yang harus kita lakukan ketika Tuhan terasa jauh. Jangankan Anda dan saya, nabi-nabi dalam Alkitab pernah merasa bahwa Tuhan seakan-akan jauh. Akan tetapi mereka tetap setia dalam masa-masa tersebut dan pada akhirnya mereka memperoleh buah dari kesetiaan itu.

Demikian dan kiranya Tuhan Yesus memberkati kehidupan kita semua!

:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar