Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga (Matius 5:12a)
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak peduli di kota atau di desa, kita pasti akan menemukan orang-orang yang mengalami penderitaan seperti kematian, kemiskinan, kelaparan, penyakit, bencana, dan kesenjangan. Masalah-masalah tadi membuat sebagian besar orang tidak dapat merasakan sukacita lagi, sukacita mereka tertutupi oleh awan mendung masalah yang silih berganti hadir dalam kehidupan mereka.
Sebagai orang Kristen, kita diajak untuk tetap bersyukur dan bersukacita sekalipun pergumulan hebat tengah melanda kehidupan kita. Hal ini tentu kelihatan mustahil bagi kita yang hanya manusia biasa, akan tetapi dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk melakukannya. Hal-hal berikut kiranya dapat menjadi alasan kita untuk selalu bersukacita.
Allah sendiri yang telah memilih kita
Kita lahir bukan karena sebuah kebetulan. Allah sendiri yang telah memilih kita dan menugaskan kita dalam suatu misi khusus. Tuhan memiliki rencana dan melibatkan kita di dalamnya.
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (Yeremia 1:5)
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (Yeremia 1:5)
Allah tidak akan pernah melupakan umatnya
Yesaya 35: 1-10 merupakan perkataan-perkataan penghibur dari nabi Yesaya kepada bangsa Israel dalam masa pembuangan di Babel. Walau masa pembuangan itu adalah hukuman Allah, tetapi Allah tetap menjanjikan sebuah masa depan yang digambarkan sebagai "Sion" yang penuh damai sejahtera.
Hal ini masih berlaku bagi kehidupan kita sekarang. Allah peduli pada penderitaan kita. Ia tidak akan membiarkan manusia mengalami keadaan pahit yang kemudian akan membuatnya sampai stress atau menderita tekanan batin lainnya. Oleh sebab itu, Tuhan beberapa kali mengingatkan kita dalam firman-Nya untuk tetap bersukacita meskipun dalam pencobaan karena masalah-masalah kita tidak akan pernah lebih besar dari kemampuan kita, dan jika Tuhan mengizinkan kita mengalami suatu pergumulan, maka saat itu Ia juga sudah menyiapkan jalan keluar.
Dalam pergumulan menyangkut ekonomi atau apapun itu, orang percaya harus selalu tekun berdoa memohon pertolongan Tuhan. Tetaplah tabah, kuatkanlah hati, berhentilah mengeluh apalagi sampai mempersalahkan orang lain.
Allah selalu beserta kita
Kalimat "Allah menyertai kita" (Imanuel) pertama kali muncul saat para nabi menubuatkan mengenai kelahiran Mesias. Di tengah-tengah pergumulan keluarga Daud yang dipenuhi ketakutan karena musuhnya (raja Aram beserta balatetantara) sudah berkemah di wilayah tanah Efraim, Yesaya datang membawa firman Tuhan tentang seorang keturunan Daud yang akan membebaskan mereka dari ancaman ketakutan (Yesaya 7: 10-16). Nubuat itu telah digenapi dalam Yesus Kristus. Kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia adalah sebagai jaminan bahwa Allah akan menolong, memelihara dan menyertai orang yang percaya kepada-Nya.
Dengan jaminan Tuhan Yesus, maka tidak ada lagi alasan kita untuk takut, merasa sendirian, dan larut dalam masalah karena Allah selalu memegang tangan kita dan berjalan bersama-sama dengan kita.
Kita sudah diselamatkan
Tuhan sendiri yang terlibat langsung melakukan keselamatan sebagai Juruselamat. Tidak ada duta, tidak ada utusan, Allah sendirilah yang menggendong, mengangkat, dan menebus umat-Nya oleh karena kasih setia-Nya yang begitu besar. Manusia tidak boleh sombong dan merendahkan sesama karena keselamatannya bukan hasil usaha sendiri melainkan kasih setia Tuhan saja.
Umat Tuhan harus senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada Dia sebab Tuhan Yesus telah lahir, mati, dan bangkit untuk keselamatan kita. Tugas kita selanjutnya adalah menindak-lanjuti kasih setia Tuhan dalam ketaatan kepada Firman Tuhan dan juga kebaikan yang didasarkan oleh kasih.
Allah adalah sumber berkat
Allah akan tetap menjadi gembala bagi kawanan domba-Nya, termasuk yang menderita. Semua orang yang mengikut Dia akan menerima karunia dan berkat-Nya. Berkat-berkat Allah meliputi berkat rohani seperti kenyamanan dan sukacita, dan juga berkat materi seperti kekayaan, asalkan kita hidup dalam ketaatan, pertobatan, dan selalu setiap kepada Tuhan.
Setia kepada Tuhan berarti tidak berpaling, tergoda atau pun khawatir dalam hal apapun, termasuk urusan ekonomi karena Tuhanlah yang akan menyediakan semuanya bagi umat-Nya. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6 : 33).
Sekian dan kiranya Tuhan Yesus memberkati.
:)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar