Orang Kristen seharusnya tak hanya sekedar Kristen. Yesus berkata bahwa jika ingin mengikut Dia, kita harus memikul salib, menanggalkan manusia lama kita, dan mengenakan manusia baru. Orang percaya harus melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Tentu ini tidak mudah, Tuhan Yesus itu Mesias sedangkan kita hanya manusia biasa. Tapi tenang saja, kita tidak diminta untuk menjadi persis seperti Kristus, kita hanya diminta untuk hari demi hari diperbaharui agar mampu berkembang dan menjadi serupa dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Kristus berarti kita harus menyatakan kuasa Allah dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam perkataan atau pemikiran kita.
Berikut 12 nilai-nilai Kristiani yang harus kita miliki dalam kehidupan sehari-hari!
1. Tujuan hidup yang baik dan benar
Kita diciptakan oleh Allah untuk suatu tujuan. Allah tidak pernah menciptakan sampah, kamu diciptakan untuk memiliki nilai guna bagi orang lain dan lingkungan.
Tujuan hidup kita seharusnya "baik" dan "benar." Orang diluar Kristen juga banyak yang memiliki tujuan hidup, akan tetapi, apakah tujuan hidup mereka itu sudah sesuai dengan kehendak Allah?
Baik, dimaksudkan, bahwa apapun tujuan kita, kita harus menciptakan dan menjaga harmonisasi bukannya kesenjangan dalam kehidupan kita dan sesama kita manusia. Saat kamu sudah menjadi orang yang terpandang, kamu harus tetap menjaga hubungan baikmu dengan keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, guru, dan orang-orang lainnya, jangan menjadi arogan, kacang yang lupa kulitnya, atau bahkan menjadi pemicuh perselisihan! Tidak hanya keharmonisan kehidupan manusia, kehidupan alam semesta, lingkungan, dan dunia pun harus kita ciptakan dan lindungi. Bacalah kejadian 1 untuk melihat contoh kehidupan yang baik dan harmonis itu.
Benar, dimaksudkan, bahwa apapun yang menjadi tujuan kita, harus sesuai dengan kehendak, kebenaran, dan rencana Allah. Yohanes 3:20-21 berkata demikian, "Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan jahatnya itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.
2. Kebebasan yang bertanggung jawab
Salah satu hak istimewa kita adalah kebebasan. Kebebasan tersebut berupa kebebasan untuk memilih, kebebasan untuk menentukan segala sesuatu, dan kebebasan untuk mengambil sikap atau tindakan.
Pada akhirnya kebebasan kita akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Oleh karena itu, kebebasan kita harus dalam kebenaran dan kehendak Allah. Jika tidak, kita akan berada dalam ketidakbebasan oleh hukuman Allah atas dosa-dosa kita, kita tidak bebas menjalani kehidupan yang penuh sukacita, sebab upah dosa ialah maut (Roma 6:23a).
3. Makhluk sosial yang baik
Tidak dapat dipungkiri bahwa kita membutuhkan orang lain. Hawa diciptakan mendampingi Adam karena Allah melihat bahwa tidak baik jika manusia dijadikan seorang diri saja.
Dalam kebersamaan kita dengan orang-orang sekeliling kita, tentu terdapat banyak perbedaan sehingga kita saling bergantung satu sama lain. Inilah yang sering menjadi permasalahan dalam suatu persekutuan yaitu perbedaan. Kita terkadang memaksa orang lain untuk menjadi seperti kita dan tidak menghargai keunikan orang lain. Kita memang diberi kebebasan untuk mengkritik orang lain, tetapi kebebasan itu harus tetap berada dalam batas-batasnya, jangan sampai kita malah mendikte orang lain, bahkan melanggar wilayah kebebasan orang lain sebagai individu.
4. Berpikir positif
Kalau kita mau berpikir positif, maka kita memiliki peluang untuk membuang hal yang tidak baik sehingga bisa mencapai tujuan yang baik. Hal yang bisa dilakukan untuk membangun pemikiran yang positif adalah sebagai berikut:
-Berpikir tenang, tidak mudah terpancing emosi,
-Membuang pikiran buruk yang belum atau pernah terjadi,
-Mencari sisi-sisi yang baik, melihat segala sesuatu dari sisi yang menyenangkan,
-Memperbaiki sisi-sisi yang buruk,
-Memandang kesulitan sebagai tantangan dan peluang untuk maju.
5. Hidup dalam kesatuan rohani dan jasmani (Kesejatian)
Kesatuan roh dan badan adalah kesejatian manusia. Apa yang dikatakan dan dilakukan manusia harus selaras dengan apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Hal ini bertujuan supaya kita memiliki kekuatan identitas dan daya hidup untuk menghadapi berbagai persoalan. Kenyataannya, manusia sulit melakukannya karena kita semua lebih suka dengan suasana basa-basi, kemunafikan, dan kebohongan.
Kesejatian kita harus menampilkan hal-hal positif dan menyadari hal-hal negatif yang harus diperbaiki. Kesejatian tidak menempatkan diri sendiri sebagai yang paling baik dari orang lain. Kesejatian positif menghargai kesejatian orang lain. Kesejatian adalah keselarasan, bukan suasana menang atau kalah.
6. Memiliki kewajiban dan pengabdian kepada Allah
Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan, apabila tidak, akan dikenakan sanksi. Menjalankan kewajiban adalah melakukan segala sesuatu karena aturan dan tuntutan. Sebagai orang percaya, sudahkah kamu mengetahui apa yang menjadi kewajiban kita?
Pengabdian adalah melakukan sesuatu bukan karena tuntutan, melainkan kesadaran diri sendiri. Mengabdi kepada Allah berarti kita menjadi pengikut-Nya dan melakukan kehendak-Nya, bukan karena Dia yang menuntut atau memaksa kita, melainkan karena kita menyadari bahwa kita harus melakukannya untuk membalas kasih-Nya yang begitu besar.
7. Percaya diri
Rasa percaya diri memampukan manusia agar tidak mudah diombang-ambingkan keadaan. Kita dapat memperoleh kepercayaan diri melalui kemampuan melihat kenyataan diri sendiri, menerima kenyataan diri, dan mencintai diri sendiri.
8. Selalu bersyukur dan bersukacita
Jika kamu sedang berada dalam situasi yang benar-benar kacau dan rasanya tidak mungkin untuk bisa bersyukur dan bersukacita, maka tetaplah bersyukur dan bersukacita sebab Tuhan kita sangat baik, Ia menciptakan bumi dan segala isinya dengan baik, Tuhan Yesus telah mati untuk keselamatan kita, Ia berjanji untuk tetap beserta kita, Ia akan selalu menolong kita dalam keadaan apapun, dan memberikan kita kehidupan yang kekal di surga.
9. Jujur, dapat dipercaya, selalu memenuhi janji
Kata jujur dipakai dalam Alkitab sebanyak 27 kali dalam bentuk kata kerja dan 119 kali dalam bentuk kata sifat. Hal ini menunjukkan bahwa kata itu sangat bernilai bagi orang-orang percaya. Orang yang jujur adalah orang yang berjalan lurus sebagaimana seharusnya sesuai dengan firman Tuhan. Ia bukan pembual, bukan penipu, dan ia adalah orang yang dapat dipercaya.
10. Tidak mudah putus asa
Tidak mudah putus asa adalah sikap dan tindakan yang mau belajar dari pengalaman yang pernah terjadi. Sikap ini memampukan seseorang dapat menekan sekecil mungkin kemungkinan mengalami kegagalan, serta dapat menghadapi berbagai masalah.
11. Berpikir kreatif dan berimajinasi konstruktif
Selalu berusaha menciptakan hal-hal yang baru, yang positif, dan yang bermanfaat membangun sesuatu yang baru.
12. Mengakui kesalahan, mengucapkan terima kasih, menciptakan perdamaian
Orang percaya selalu rindu untuk menciptakan perdamaian dengan sesamanya. Oleh sebab itu, orang Kristen harus selalu rela untuk mengakui kesalahan dan mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang lain. Kedamaian adalah suatu keadaan dimana kehendak Allah dapat terlaksana dengan baik.
12 nilai-nilai tersebut harus semaksimal mungkin kita miliki dan lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari demi masa depan yang lebih baik. Tentu tidak mudah untuk melakukannya, tetapi Anda harus memulainya hari ini juga.
Sekian dan kiranya Tuhan Yesus memberkati!
:)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar